Keterkaitan antara Rumah Tangga Penerima Manfaat BLT dan Tingkat Konsumsi Pangan: Temuan dari Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.22212/jbudget.v6i2.106Kata Kunci:
Transfer Tunai Tanpa Syarat, Konsumsi makanan, Asupan Nutrisi, Asisten sosial, Kesejahteraan Rumah TanggaAbstrak
Peran gizi yang cukup dalam pembangunan kesehatan dan ekonomi secara umum telah diakui sangat penting dan telah banyak dibahas dalam literatur sebelumnya. Sementara itu, penelitian tentang dampak program Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Indonesia juga sudah sering dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh status penerimaan program UCT terhadap konsumsi pangan rumah tangga di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Indonesia Family Life Survey (IFLS), yang memungkinkan penelitian ini untuk mengontrol berbagai karakteristik sosial ekonomi rumah tangga yang turut mempengaruhi konsumsi pangan rumah tangga. Konsumsi pangan sendiri diproksikan dengan jumlah beras, ayam, dan daging sapi yang dibeli selama sebulan terakhir. Hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat konsumsi beras berbeda nyata antara rumah tangga penerima dan rumah tangga bukan penerima. Sedangkan untuk konsumsi daging ayam dan sapi tidak terlihat perbedaannya secara statistik. Studi ini kemudian berkontribusi pada literatur yang ada yang menyiratkan bahwa UCT memiliki dampak positif pada kesejahteraan rumah tangga penerima manfaat dalam jangka pendek.
Referensi
Amrullah, Eka Rastiyanto, et al. (2020). Impacts of Direct Cash Transfer on Household Food Security in Indonesia. Jurnal Agro Ekonomi Vol. 38 No. 2 pp 77-90.
Bazzi, Samuel, Sudarno Sumarto, dan Asep Suryahadi. (2011). Safety Nets and Safety Ropes: An Evaluation of Indonesia’s Compensatory Unconditional Cash Transfer Program. Partnership for Economic Policy.
Bazzi, Samuel, Sudarno Sumarto, dan Asep Suryahadi. (2015). It’s all in the timing: Cash transfers and consumption smoothing in a developing country. Journal of Economic Behavior and Organization Vol. 119 pp. 267-288.
BPS. (2019). Proporsi Penduduk Dengan Asupan Kalori Minimum Di Bawah 1400 Kkal/Kapita/Hari Menurut Kelompok Pengeluaran 2017-2019.
BPS. (2020). Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan: Tanpa Kelaparan.
BPS. (2020). Rata-rata Harian Konsumsi Protein Per Kapita dan Konsumsi Kalori Per Kapita Tahun 1990 – 2019. Konsumsi dan Pengeluaran.
BPS. (2021). Rata-rata Konsumsi Perkapita Seminggu di Daerah Perkotaan dan Pedesaan Menurut Komoditi Makanan dan Golongan Pengeluaran per Kapita Seminggu (Satuan Komoditas), 2019-2020.
Cameron, Lisa, dan Manisha Shah. (2011). Mistargeting of Cash Transfers, Social Capital Destruction, and Crime in Indonesia. Monash University.
Cole, William E. (1971). Investment in Nutrition as a Factor in the Economic Growth of Developing Countries. Land Economics Vol. 47, No. 2 pp. 139-149.
Croppenstedt, Andre, dan Christophe Muller. (2000). The Impact of Farmers' Health and Nutritional Status on Their Productivity and Efficiency: Evidence from Ethiopia. Economic Development and Cultural Change Vol. 48, No. 3 pp. 475-502.
Dartanto, Teguh, et al. (2021). Good intentions, unintended outcomes: Impact of social assistance on tobacco consumption in Indonesia. Tobacco Induced Diseases. DOI: 10.18332/tid/132966.
Deolalikar, Anil B. (1988). Nutrition and Labor Producvivity in Agriculture: Estimates for Rural South India. The Review of Economics and Statistics Vol. 70, No. 3 pp. 406-413.
Fafchamps, Marcel, dan Agnes R. Quisumbing. (1999). Human Capital, Productivity, and Labor Allocation in Rural Pakistan. The Journal of Human Resources Vol. 34, No. 2 pp. 369-406.
FAO. (2004). Incorporating Nutrition Considerations into Development Policies and Programmes. FAO Policy Brief.
Fogel, Robert W. (2004). Health, Nutrition, and Economic Growth. Economic Development and Cultural Change Vol. 52, No. 3 pp. 643-658.
Global Hunger Index. (2020). Indonesia. Concern Worldwide and Welthungerhilfe. Diakses melalui https://www.globalhungerindex.org/indonesia.html.
Haddad, Lawrence, dan Howarth Bouis. (1991). The Impact of Nutritional Status on Agricultural Productivity: Wage Evidence from the Philippines. Oxford Bulletin of Economics and Statistics Vol. 53, Issue 1, pp 45-68.
Izzati, Ridho Al, Daniel Suryadarma, dan Asep Suryahadi. (2020). The Behavioral Effects of Unconditional Cash Transfers: Evidence from Indonesia. SMERU Working Paper.
Kementerian PPN/Bappenas. (2021). Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2022.
Khomaini, A. A. (2020). Dampak program bantuan tunai (cash transfer) terhadap kesejahteraan subjektif di Indonesia. Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara dan Kebijakan Publik, 5(1), 1-16.
Millikan, Max F. (1971). Population, Food Supply, and Economic Development. Ekistics Vol. 31 No. 185 pp 292-294.
Rasyid, Mohtar, Elan Satriawan, dan Catur Sugiyanto. (2015). Impact of Public Transfer on Rotating Savings and Credit Associations (ROSCAs): The Indonesia Household Case. The Journal of Developing Areas. Vol. 49, No. 3, pp 205-216.
Rosfadhila, Meuthia, et al. (2013). A Rapid Appraisal of the Implementation of the 2008 Direct Cash Transfer Program and Beneficiary Assessment of the 2005 Direct Cash Transfer Program in Indonesia. SMERU Research Institute.
Sahn, David, dan Harold Alderman. (1988). The effects of human capital on wages, and the determinants of labor supply in a developing country. Journal of Development Economics Vol. 29, Issue 2, pp 157-183.
Strauss, John. (1986). Does Better Nutrition Raise Farm Productivity?. Journal of Political Economy Vol. 94, No. 2, pp. 297-320.
Strauss, John, dan Duncan Thomas. (1998). Health, Nutrition, and Economic Development. Journal of Economic Literature Vol. 36, No. 2, pp. 766-817.
Strauss, John, Firman Witoelar, Bondan Sikoki, dan Anna Marie Wattie. (2009). The Fourth Wave of the Indonesia Family Life Survey: Overview and Field Report. RAND Labor and Population Working Paper No. WR-675/1-NIA/NICHD.
Strauss, John, Firman Witoelar, dan Bondan Sikoki. (2016). The Fifth Wave of the Indonesia Family Life Survey: Overview and Field Report. RAND Labor and Population Working Paper No. WR-1143/1-NIA/NICHD.
Thomas, D, dan John Strauss. (1997). Health and wages: evidence on men and women in urban Brazil. Journal of econometrics No. 77 pp 159–185.
Tjiptoherijanto, Prijono. (1986). Hubungan Pembangunan Kesehatan dengan Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi. EKI Vol. XXXIV No. 1.
UNICEF. (2017). First 1000 Days Brief: The Critical Window to Ensure that Children Survive and Thrive. UNICEF South Africa.
US Energy Information Administration. tt. STEO Supplement: Why are oil prices so high?. Diakses melalui https://www.eia.gov/outlooks/steo/special/pdf/high-oil-price.pdf.
World Bank. (2006). Making the New Indonesia Work for the Poor. Diakses melalui https://openknowledge.worldbank.org/bitstream/handle/10986/8172/527910ESW0v10W1100PA0Report0English.pdf?sequence=1&isAllowed=y.
World Bank. (2012). BLT Temporary Unconditional Cash Transfer: Social Assistance Program and Public Expenditure Review 2. World Bank Jakarta. Diakses melalui http://hdl.handle.net/10986/26698.
Yusuf, Arief Anshory, dan Budy P. Resosudarmo. (2008). Mitigating Distributional Impact of Fuel Pricing Reform: The Indonesian Experience. ASEAN Economic Bulletin Vol. 25, No. 1, The Environment, Climate Change, and Natural Resources in Southeast Asia: Issues and Challenges pp. 32-47.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Nadya Ahda

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Budget is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Permissions beyond the scope of this license may be available at https://ejurnal.dpr.go.id/index.php/jurnalbudget/index.
